Pempek of the year - 2026
Sudah lama memimpikan punya usaha sendiri (bisnis), tapi masih selalu maju mundur. Hal yang paling menantang adalah komitment untuk terus menjalankannya.
Aku dulu pernah punya niat untuk menjadi Tailor, yang jadi fikiranku adalah big scale. Aku bisa terima orderan untuk konveksi seragam kantor, seragam pesta, dll. Bukan Tailor rumahan seperti praktek-praktek pada umum nya.
Kemudian mulai lah aku mengikuti kursus menjahit. Berjalan nya waktu aku bisa mengikuti pola dan jahita. Dan juga mulai memberanikan diri mengkombinasi dengan bordir, dll. Namun berjalan nya waktu, aku merasa stuck. Setiap pola yang aku buat selalu kena revisian. Aku belum bisa pas membuat pola, padahal pola pakaian adalah hal yang sangat basic sebelum memotong material. Aku jadi stress tingkat tinggi, aku merasa paling bodoh dan tidak progress, alhasil jahitan ku pun jadi ngawur dan entah gimana hasil nya. Finally I give up. What next? jadi reseller kosmetik. tanpa modal, tinggal posting ada yang pesan dan dapat margin dari hasil penjualan. Hasil nya lumayan, cuma aku perlu effort alokasikan waktu untuk mengantar ke client. kadang nggak tega kenakan ongkir. Waktu itu jualan online masih belum ada seperti sekarang. akhirnya karena kesibukan, usaha ini ditinggalkan.
sehingga pada level itu aku sadar kayak nya belum bisa berbisnis. Before Covid 19, aku dan suami memutuskan untuk membuka toko mainan. Idealisme ku tumbuh, bahwa toko mainan penting agar mengembalikan marwah anak-anak untuk kembali bermain, bukan hanya main gadget. hal ini tumbuh dari kesadaran, anak-anak jarang bermain. mereka cendrung dibuat tenang dengan disodorkan gadget. Namun hasil penjualan menyebutkan sebaliknya, bahwa anak zaman sekarang jarang diperkenalkan dengan mainan. Selain lokasi toko yang tidak begitu strategis, di hantam COVID dan pengelolaan yang tidak serius. akhirnya toko kami tutup. Mengapa kemudian awal tahun 2026 memutuskan bisnis snack kuliner seperti pempek?
sejujurnya ini terinspirasi dari Rayhan, yang mengikuti kelas cooking. Beberapa resep nya sudah pernah aku coba re-cook. Aku pun join kelas pempek saat itu. Suami ku juga suka dengan resep pempek nya. Moment yang sama aku sudah punya regular order dari temen kantor. Alhamdulillah menyambut puasa ini ada pesanan 300 packs dengan isi masing-masing 3 buah. untuk itu aku butuh kulkas freezer.
jadilah bisnis kuliner pempek sekarang.
doakan ya, bisnis ini bisa konsisten terus berjalan pemirsah.. Logo pempek Gembul pempek tampah..
Kemudian mulai lah aku mengikuti kursus menjahit. Berjalan nya waktu aku bisa mengikuti pola dan jahita. Dan juga mulai memberanikan diri mengkombinasi dengan bordir, dll. Namun berjalan nya waktu, aku merasa stuck. Setiap pola yang aku buat selalu kena revisian. Aku belum bisa pas membuat pola, padahal pola pakaian adalah hal yang sangat basic sebelum memotong material. Aku jadi stress tingkat tinggi, aku merasa paling bodoh dan tidak progress, alhasil jahitan ku pun jadi ngawur dan entah gimana hasil nya. Finally I give up. What next? jadi reseller kosmetik. tanpa modal, tinggal posting ada yang pesan dan dapat margin dari hasil penjualan. Hasil nya lumayan, cuma aku perlu effort alokasikan waktu untuk mengantar ke client. kadang nggak tega kenakan ongkir. Waktu itu jualan online masih belum ada seperti sekarang. akhirnya karena kesibukan, usaha ini ditinggalkan.
sehingga pada level itu aku sadar kayak nya belum bisa berbisnis. Before Covid 19, aku dan suami memutuskan untuk membuka toko mainan. Idealisme ku tumbuh, bahwa toko mainan penting agar mengembalikan marwah anak-anak untuk kembali bermain, bukan hanya main gadget. hal ini tumbuh dari kesadaran, anak-anak jarang bermain. mereka cendrung dibuat tenang dengan disodorkan gadget. Namun hasil penjualan menyebutkan sebaliknya, bahwa anak zaman sekarang jarang diperkenalkan dengan mainan. Selain lokasi toko yang tidak begitu strategis, di hantam COVID dan pengelolaan yang tidak serius. akhirnya toko kami tutup. Mengapa kemudian awal tahun 2026 memutuskan bisnis snack kuliner seperti pempek?
sejujurnya ini terinspirasi dari Rayhan, yang mengikuti kelas cooking. Beberapa resep nya sudah pernah aku coba re-cook. Aku pun join kelas pempek saat itu. Suami ku juga suka dengan resep pempek nya. Moment yang sama aku sudah punya regular order dari temen kantor. Alhamdulillah menyambut puasa ini ada pesanan 300 packs dengan isi masing-masing 3 buah. untuk itu aku butuh kulkas freezer.
jadilah bisnis kuliner pempek sekarang.
doakan ya, bisnis ini bisa konsisten terus berjalan pemirsah.. Logo pempek Gembul pempek tampah..



Komentar